Counseling? Banyak kajian yang mesti diungkapkan tentang kata yang satu ini. Namun, satu sisi saja yang akan dibahas melalui sebuah tanya, “dimana?”. Jawabannya sangat beragam, karena kita akan sharing tentang topik yang menarik, yaitu mengenai konseling di area yang berbeda.

Apa sih konseling di area yang berbeda itu? Konseling di area yang berbeda adalah pemberian bantuan untuk memecahkan masalah di area yang berbeda-beda. Jelasnya, konselinya juga berbeda. dilihat dari kaca mata brand (istilah permerekan), konseling mempunyai istilah penyebutan yang berbeda-beda juga. Namun, intinya tetap sama, yaitu pemberian bantuan kepada individu yang bermasalah. Nah, di bawah ini akan digambarkan satu persatu.

Government (Kantor Pemerintahan)
Di kantor-kantor pemerintahan, ada istilah yang disebut dengan Divisi Pendidikan dan Bimbingan Mental serta Ruang Psikologi. Ini beberapa contoh yang ditemukan di lapangan. Konselornya ada yang sesuai jalur psikologi, ada juga dari latar belakangan pendidikan yang berbeda. Tetapi tugasnya sama, yaitu mengurus masalah terkait kegiatan karyawan yang berhubungan dengan psikologis, dan biasanya sedikit dikaitkan dengan bidang keagamaan.

Building (Perkantoran)
Perkantoran mempunyai staf umum yang disebut dengan Human Resource Development. Namun, ternyata istilah ini sangat luas, karena termasuk di dalamnya bagian training, general affair, dan admin yang mengurusi kekaryawanan. Semuanya dibawah suatu komando yang disebut dengan manajer HRD. Secara spesifik, perusahaan-perusahaan lebih mengembangkan layanan terhadap konseling karir. Walaupun terkadang menindaklanjuti karyawan yang bermasalah secara pribadi maupun sosial. Basic pendidikan yang diminta biasanya dari jurusan psikologi dan hukum. Kenyataannya, banyak juga yang masih mempergunakan tenaga dari latar pendidikan yang berbeda-beda.

Hospital (Rumah Sakit)
Ada yang menarik dari konseling di rumah sakit ini. Khusus untuk pasien sendiri, biasanya disediakan ruang konsultasi khusus seperti layanan phaliatif (seperti di Rumah Sakit Kanker Dharmais). Tenaga yang diperlukan berasal dari kolaborasi antara dokter, psikiater, psikolog, relawan agama, dan relawan kemanusiaan. Konselinya biasanya pasien dan keluarganya. Sedangkan untuk karyawan rumah sakit sendiri ada admin yang disebut dengan bagian Sumber Daya Manusia (SDM). Untuk beberapa rumah sakit juga ada khusus ruang untuk konsultasi dan psikologi.

Housing (Perumahan)
Di komplek perumahan biasanya ada sejenis bimbingan belajar (seperti kumon matematika, bimbingan belajar bagi individu yang akan melanjutkan sekolah ke luar negeri seperti HOPE Education, dan guru les privat). Ini dimasukkan dalam bidang konseling belajar. Dalam bidang pribadi sosial, ada juga psikolog-psikolog yang membuka konsultasi di rumahnya. Secara umum, layanan konseling masyarakat adalah kegiatan RT/RW untuk penyuluhan keluarga berencana, penyuluhan HIV/AIDS, narkoba, dan bimbingan pranikah oleh lembaga setempat.

Campus (Kampus)
Beberapa kampus baik dari universitas negeri maupun swasta di Indonesia sudah memiliki layanan bimbingan dan konseling. di Universitas Pendidikan Indonesia misalnya disebut Unit Pelaksana Teknis Layanan Bimbingan dan Konseling. Konselornya berasal dari dosen-dosen jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan dan Jurusan Psikologi. Universitas Maranatha mempunyai nama Maranatha Student Development and Counseling Center (MSDCC) untuk layanan konseling terhadap mahasiswanya. Layanan ini bertujuan membantu mahasiswa yang mengalami permasalahan pada area akademis maupun non akademis.

School (Sekolah)
Sekolah mempunyai layanan konseling yang lebih apik, karena konselor yang memberi pelayanan sudah terstandardisasi secara yuridis maupun formal. Berdasarkan jenjang pendidikan, ada beberapa jenjang sekolah yang belum mempunyai konselor, seperti sekolah dasar dan TK. Namun, biasanya muatan bimbingan dan konseling diimplementasikan melalui kurikulum. Dilihat dari basic pendidikan, ada juga beberapa sekolah yang menggunakan jasa psikolog.

Dilihat dari rumusan di atas, dapat disederhanakan bahwa individu yang hidup di lingkungan mana pun butuh tenaga-tenaga ahli yang dapat menyelesaikan segala permasalahannya, baik secara pribadi, sosial, akademik, maupun karir.