Tiap orang mempunyai caranya yang khas untuk menikmati hidup. bagi sebagian orang, menikmati secangkir kopi di pagi hari dan beberapa biskuit adalah bagian dari rutinitas yang dianggapnya sebagai kenikmatan. Bagi kebanyakan pria, rokok adalah teman hidupnya yang paling setia di kala suka cita dan duka. bagi wanita muda, shopping dan bergosip ria bersama teman-teman merupakan keasyikan dalam hidupnya. tidak sedikit pula yang menjalani aktivitas sosial demi pemenuhan kepuasan jiwa. Kita tidak bisa menyebut ini tak baik, ini salah, dan ini bahaya kecuali denga dasar normatif. Namun, bila dipersatukan dan diperbandingkan, kita tidak akan menemukan benang merahnya. Intinya, orang-orang bisa berkata, “ini saya.. saya senang begini.. saya tak bisa melakukan itu… biarkan saya”.
Ya, pernyataan yang paling sederhana untuk menghidupi kehidupan adalah, “biarkan saya begini…”. Orang mencari-cari tentang apa yang menjadi pemuas dirinya. Tidak bisa dikatakan apakah itu suatu kegiatan besar atau kecil. Apabila senang sekedar duduk-duduk di taman bunga untuk menyatakan kenikmatan diri, itu tak bisa dikatakan hal kecil, karena kegiatan besar belum tentu bisa dinikmati. Ibaratnya, untuk mempunyai rumah besar saja tidak cukup dengan bekal uang, bila kita tidak suka menempatinya, pudarlah kenikmatannya. Inilah yang menjadi ciri khas manusia. Dimana standar yang dibuat olehnya belum tentu berlaku bagi yang lainnya. Nikmatilah hidupmu, tetapi kebebasanmu dibatasi oleh kebebasan yang lainnya!
