Ketekunan adalah Kekuatan Anda
Apa yang anda raih sekarang adalah hasil dari hasil usaha-usaha kecil yang anda lakukan terus-menerus. Keberhasilan bukan suatu yang turun begitu saja. Bila anda yakin pada tujuan dan jalan anda, maka anda harus memiliki ketekunan untuk tetap berusaha. Ketekunan adalah kemampuan anda untuk bertahan di tengah tekanan dan kesulitan. Anda harus tetap mengambil langkah selanjutnya. Jangan hanya berhenti di langkah pertama. Memang semakin jauh anda berjalan, semakin banyak rintangan yang menghadang. Bayangkan, andai saja kemarin anda berhenti, maka anda tidak berada di sini sekarang. Setiap langkah menaikan nilai diri anda. Apapun yang anda lakukan, jangan sampai kehilangan ketekunan anda. Karena ketekunan adalah daya tahan anda
Kisah Sang Tikus
Seekor tikus mengintip di balik celah di tembok untuk mengamati sang petani dan istrinya, saat membuka sebuah bungkusan. Ada mainan pikirnya. Tapi dia terkejut sekali, ternyata bungkusan itu berisi perangkap tikus. Lari kembali ke ladang pertanian itu, tikus itu menjerit memberi peringatan, “Awas ada perangkap tikus di dalam rumah, hati-hati ada perangkap tikus di dalam rumah!”
Sang ayam dengan tenang berkokok dan sambil tetap menggaruki tanah, mengangkat kepalanya dan berkata. ‘Ya, maafkan aku Pak Tikus. Aku tahu memang ini masalah besar bagi kamu, tapi buat aku secara pribadi tidak ada masalah. Jadi jangan buat aku sakit kepala lah.”
Tikus berbalik dan pergi menuju sang kambing. Katanya, “Ada perangkap tikus di dalam rumah, sebuah perangkap tikus di dalam rumah!”
‘Wah aku menyesal dengan kabar ini.” Si kambing menghibur dengan penuh simpati. “Tetapi tidak ada sesuatu pun yang bisa kulakukan kecuali berdo’a. Yakinlah, kamu senantiasa ada dalam do’a-do’aku!”
Tikus kemudian berbelok menuju si lembu.
‘Oh! Sebuah perangkap tikus?” jadi saya dalam bahaya besar ya?” kata lembu sambil ketawa, berteleran air liur.
Jadi tikus itu kembalilah ke rumah dengan kepala tertunduk dan merasa begitu patah hati, kesal dan sedih, terpaksa menghadapi perangkap tikus itu sendirian. Ia merasa sungguh-sungguh sendiri.
Malam tiba, dan terdengar suara bergema di seluruh rumah, seperti bunyi perangkap tikus yang berjaya menagkap mangsa. Istri petani berlari melihat apa saja yang terperangkap. Di dalam kegelapan itu dia tak bisa melihat bahwa yang terjebak itu adalah seekor ular berbisa. Ular itu sempat mematok tangan istri petani itu. Petani iktu bergegas membawanya ke rumah sakit.
Si istri kembali ke rumah dengan tubuh mungil, demam. Dan sudah menjadi kebiasaan, setiap orang sakit demam, obat pertama adalah memberikan sup ayam segar yang hangat. Petani itupun mengasah pisaunya, dan pergi ke kandang, ,mencari ayam untuk bahan supnya.
Tapi, bisa itu sungguh jahat, si istri tak kunjung sembuh. Banyak tetangg yang datang membesuk dan tamupun tumpah ruah ke rumahnya. Iapun harus menyiapkan makanan, dan terpaksa kambing di kandang itu dijadikan gulai. Tapi itu tidak cukup, bisa itu tak dapat taklukan. Si istri mati, dan berpulh orang datang untuk mengurus pemakaman, juga selamatan. Tak ada cara lain, lembu di kandang itupun dijadikan panganan untuk puluhan rakyat dan peserta selamatan,
Kawan, apabila kamu dengar ada seseorang yang menghadapi masalah dan kamu pikir itu masalah itu tidak ada kaitannya dengan kamu, ingatlah bahwa apabila ada “perangkap tikus” di dalam rumah, seluruh “ladang pertanian” ikut menanggung resikonya. Sikap mementingkan diri sendiri lebih banyak keburukan daripada kebaikanya.
Be Focus
Seorang Arsitek misalnya, ia memulai mahakaryanya denga coretan kecil pada sebuah sketsa desain. Begitupun juga jika seorang penulis ingin menyelesaikan tulisannya. Ia harus memulai dari rangkaian huruf yang membentuk satu kata terlebih dahulu.
Fokus dan pusatkanlah perhatian kita pada hal-hal kecil yang ada di depan mata terlebih dahulu, sebelum melangkah lebih jauh. Sebab sesuatu yang besar itu berasal dari hal-hal yang kecil. Bagaimana mungkin saudara dan saya dapat mengatakan bahwa kita mampu melakukan sebuah pekerjaan yang besar? Sedangkan pekerjaan kecil yang menjadi tugas tanggung jawab kita saja tidak mampu kita selesaikan.
Bagaimana anda sebagai seorang pengusaha bisa berkata, ”Saya pasti bisa menjalankan usaha dengan baik, dan membangun kerajaan saya seperti seorang Bob Sadino?” Sedangkan saat ini saja kita belum bisa memfokuskan diri pada usaha apa yang akan dijalankan.
Bagaimana bisa seseorang menjadi seorang Panglima Angkatan Perang, jika dia sendiri belum bisa memfokuskan diri dengan baik pada strata kepemimpinan seorang Komandan Satuan?
Atau bagaimana mungkin seseorang bisa memimpin masyarakat Indonesia yang begitu majemuk, jika dia sendiri belum bisa memimpin diri dan kelompoknya yang jauh lebih kecil dan memiliki nilai kopleksitas yang tidak begitu rumit?
Ingatlah saudara, segala sesuatu yang besar itu berawal dari hal yang kecil. Mari kita tanamkan sebuah pemahaman bahwa untuk mencapai keberhasilan akan sesuatu yang besar, haruslah kita mulai dengan keberhasilan-keberhasilan yang kecil terlebih dahulu.
Tanamkanlah pemahaman bahwa kita tidak akan pernah diberikan kepercayaan untuk memegang suatu posisi jabatan dan kedudukan yang lebih tinggi, jika kita tidak mampu menunjukkan keberhasilan dan prestasi yang baik saat menduduki jabatan kita saat ini.
Ingatlah perkataan orang bijak,
“Perjalanan yang panjang berawal dari sebuah langkah yang pendek.”
dan
“Kesuksesan besar adalah buah dari keberhasilan-keberhasilan kecil”.
Work Smart
Pada suatu saat, saya diberi satu buah VCD oleh sahabat baik saya yang berisi perumpaan yang saya pikir sangat pas dengan tema saya kali ini. VCD itu mengisahkan seorang yang akan mengambil air dari sungai. Pada langkah pertamanya, orang itu mengambil air itu dengan sebuah ember dan pekerjaan yang sangat melelahkan itu dikerjakannya tiap hari dengan pulang pergi antara rumah-nya dan sungai itu dengan memikul ember tersebut. Lalu karena suatu hari kebutuhan airnya meningkat, dia pun berpikir dengan menambah 2 buah ember itu maka pekerjaannya menjadi semakin mudah. Maka ditambahlah dua ember dalam pikulannya, memang frekuensi bolak-bolak-nya jadi agak berkurang tetapi tenaganya semakin cepat teruras habis. Lalu ada seorang temannya, memberi saran kenapa ngga dialirkan saja dengan pipa?
Maka orang ini segera menyambung-nyambungkan pipa dari sungai ke rumahnya dan dengan begitu dia tidak usah repot bolak balik untuk mengambil air. Itulah gambaran gamblangnya apa yang disebut dengan Work Smart and not Work Hard.
Jika anda penarik becak, kenapa tidak kredit 3 becak untuk di sewakan saja? Kalau ada seorang penjual siomai, kenapa tidak membuat 4 gerobak lalu bagi hasil dengan orang lain dan orang lain yang keliling menjajakan siomai anda. Dan masih banyak contoh lagi yang saya pikir anda pasti sudah bisa membayangkan.
Menurut saya bagian yang paling penting untuk memulai bekerja dengan cerdas, hal itu dimulai dengan berpikir dengan cerdas atau think smart. Semakin cerdas anda berpikir semakin cerdaslah pekerjaan anda dan biasa berbanding lurus dengan keefisiensian pekerjaan anda.
Saya pikir kita ngga mungkin selalu bisa melakukan kerja dengan kerasnya dan suatu saat pasti berhenti karena kehabisan tenaga atau yang lainnya. Jadi mengapa tidak bekerja dengan cerdas saja? Saya pun sedang memikirkan langkah cerdas apa yang akan saya lakukan untuk membuat penghasilan saya dibuat oleh pekerjaan yang cerdas. Bagaimana dengan anda?
Be 100%” Pernah dengar slogan iklan minuman isotonic itu melalui televisi atau radio? Mengapa Danone Aqua sebagai produsen Mizone menggunakan slogan seperti itu?
Be 100% Success
“Be 100%” merupakan salah satu kunci untuk sukses, karena dengan 100% orang dapat melakukan sesuatu dengan baik, bahkan sangat baik, karena dengan 100% orang bisa maksimal. Tak heran Danone menggunakan slogan itu, karena Danone pasti ingin Mizone sukses di pasaran.
Dalam iklan minuman yang laris manis di pasaran tersebut, seorang pria muda yang menjadi model digambarkan sebagai orang yang loyo dan tak bergairah, sehingga dia tertimpa sejumlah ban mobil yang jatuh dari atasnya, dan tertinggal oleh tukang ojek yang akan ditumpanginya. Adegan dalam iklan ini mengandung makna, jika Anda loyo dan tidak bergairah seperti itu, banyak hal merugikan terjadi dalam hidup Anda. Karenanya, Anda harus berupanya menjadi 100% agar Anda menjadi manusia yang penuh semangat dan vitalitas.
Dalam dunia usaha, setiap pekerja, apakah yang berada pada posisi sebagai pengambil kebijakan seperti direktur utama dan jajaran direksinya, atau pelaksana kebijakan seperti manajer, dituntut untuk 100% dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, karena mereka mengemban visi dan misi perusahaan. Jika mereka bekerja setengah-setengah, laju pertumbuhan perusahaan akan lambat, bahkan mungkin stagnan, karena mereka akan menghabiskan sebagian besar waktunya untuk melakukan aktifitas-aktifitas yang tidak ada kaitannya dengan tugas dan tanggung jawab yang diemban, seperti chatting melalui Facebook, bermain game on line, mengobrol, tidur, dan lain-lain. Karena tidak melaksanakan tugas dan tangung jawab dengan 100%, maka tentu saja banyak pekerjaan menjadi terbengkalai atau tertunda-tunda penyelesaiannya, sehingga waktu pencapaian goal dapat molor dari jadwal.
Jika Anda mampu bekerja 100%, Anda akan tumbuh menjadi pekerja berkualitas dan menonjol di lingkungan tempat kerja Anda, karena untuk dapat bekerja 100%, secara naluriah Anda akan terdorong untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin (manajemen waktu), dan memanajemini diri Anda sebaik mungkin. Karena kedua hal ini, Anda akan selalu berusaha datang tepat waktu ke kantor, tak suka menggunakan jam kerja untuk hal-hal yang tidak terkait dengan tugas dan tanggung jawab, dan selalu berusaha menyelesaikan semua pekerjaan yang dibebankan sebelum atau tepat pada waktu yang dijadwalkan.
Bagi sebagian orang lembur bukanlah prestasi yang perlu dibanggakan. Orang yang dapat bekerja 100% bahkan tidak membutuhkan waktu lembur, karena semua pekerjaan telah diselesaikan pada rentang jam kerja. Lembur sebenarnya merugikan pekerja, karena lembur membuat waktu istirahat dan waktu bersama keluarga ‘terampas’. Bagi perusahaan pun lembur merugikan, karena harus mengeluarkan dana ekstra untuk membayar waktu lembur pegawai.
Selamat berakhir pekan. Manfaatkan waktu libur Anda sebaik-baiknya, se-seratuspersen mungkin untuk keluarga, liburan, refreshing, menenangkan diri hingga mempersiapkan diri untuk aktivitas yang akan Anda jalani di minggu depan yang penuh gairah. “Jangan kerja di waktu libur dan jangan libur di waktu kerja”, Be 100% dimana pun Anda berada. Pastikan keberadaan Anda membawa dampak positif dan significant bagi lingkungan tersebut.
Menjadi 100% tentu perlu perjuangan dan komitmen tinggi, karena untuk menjadi seperti ini dibutuhkan kemauan yang kuat, dedikasi yang tinggi, dan loyalitas terhadap tujuan. Namun sebanding dengan hasil yang akan Anda peroleh. Mau?
Hasil akhir yang berkwalitas dimulai dari Implementasi yang berkwalitas (Quality Implementation / QI)
Bekerja Keras tanpa Hasil
Ada seorang pemuda. Dia tertarik dengan balap sepeda. Setelah mengumpulkan uang, akhirnya dia mampu membeli sebuah sepeda balap.
Dengan senang hati, dia mencoba sepeda balap tersebut. Setelah beberapa hari mencoba, dia kecewa berat. Dia tidak bisa mengendarai sepedanya dengan kecepatan tinggi. Bagaimana pun dia mengayuh, tetap saja sepeda berjalan dengan lambat. Akhirnya dia membawa sepeda tersebut ke tempat dimana dia membelinya.
“Pak, Anda menipu saya! Katanya ini sepeda balap, koq larinya lambat banget. Bahkan kalah oleh sepeda biasa.” katanya sambil marah-marah kepada penjual sepeda.
“Yang benar pak? Padahal pembalap nasional saja menggunakan sepeda seperti ini. Mereka bisa cepat koq?” kata penjual sepeda, keheranan.
“Buktinya? Saya sudah sekuat tenaga mengayuh, tetap saja lambat.” katanya menaikan nada suaranya.
“Mungkin ada yang rusak pak. Boleh saya periksa?” tanya penjual sepeda tetap tenang.
Kemudian dia memeriksa sepeda. Setelah beberapa saat dia berkata:
“Tidak ada yang rusak pak, kondisinya 100% .”
“Tapi.. kenyataannya? Sepeda itu lambat! Coba saja sendiri jika tidak percaya.” kata pemuda tersebut tetap pada nada tinggi.
“Baik pak, akan kami coba.” kata penjual sepeda sambil memberi isyarat kepada anak buahnya untuk mencoba sepeda tersebut.
Wussss…. setelah beberapa saat, sepeda itu melaju dengan kencangnya. Jelas saja membuat pemuda tadi bengong.
“Koq bisa yah?”, kata pemuda tadi bingung.
“Silahkan dicoba lagi. Saya mau lihat cara Anda membawa sepeda.” kata penjual sepeda sambil tersenyum lega, sebab sepedanya memang tidak apa-apa.
Pemuda tersebut mencoba mengayuh sepeda. Dia mencoba mengayuh dengan cepat dan sekuat tenaga. Memang benar, sepedanya tidak melaju dengan cepat. Usaha si pemuda mengayuh sepeda terlihat sia-sia karena sepedanya tidak juga melaju dengan cepat. Akhirnya, dengan badan penuh peluh, dia menghampiri penjual sepeda.
“Apa yang salah yah?”, katanya sambil tetap bingung.
Penjual sepeda tersenyum. Dia sudah menemukan dimana letak kesalahannya.
“Secepat apa pun Anda mengayuh, kecepatannya tidak naik dengan berarti jika Anda tetap di gigi satu.” kata penjual sepeda menjelasnya.
“Oh… jadi harus pindah gigi yah? Bagaimana caranya?”, kata pemuda tersebut sambil menahan malu. Mukanya merah padam. Jika tadi merah karena marah, sekarang merah karena malu.
***
Hikmah Cerita Motivasi Ini:
Mengapa pemuda tersebut hanya menggunakan gigi satu? Betul, karena dia menganggap sepeda itu hanya memiliki satu gigi. Bagaimana pun dia bekerja keras, dia tetap saja menyia-nyiakan potensi sepeda itu sebenarnya.
Begitu juga dengan kita. Kita akan bertidak sesuai dengan anggapan kita terhadap diri kita. Jika kita menganggap bahwa potensi kita hanya sebatas apa yang sudah kita dapatkan, mungkin kita juga menyia-nyiakan potensi diri kita sebenarnya.
Life is like a ten-speed bike. Most of us have gears we never use. ~Charles Schultz
Banyak yang bertanya kepada saya, “Bagaimana kita bisa menggunakan “gigi” yang lebih tinggi?”
Caranya ialah dengan meningkatkan percaya diri. Atau.. Anda tetap bekerja keras tanpa hasil. Mudah-mudahan, cerita motivasi ini bermanfaat bagi Anda.
3 Virus Penghambat Kesuksesan
Apakah 3 virus penghambat kesuksesan itu? Kenapa ia disebut virus, racun, parasit ataupun penyakit? Lantas apa kaitannya dengan kesuksesan? anda penasaran?
Silahkan baca posting saya selengkapnya…
3 Virus Penghambat Kesuksesan itu adalah kemalasan, keragu-raguan, dan penundaan. 3 Virus penghambat kesuksesan ini adalah racun dan virus yang akan membunuh kesuksesan kita. Ibarat parasit di dalam tubuh virus – virus ini harus diwaspadai, diantisipasi dan cepat didiagnosis sedini mungkin sebelum menjadi racun yang akan membunuh dan mematikan kesuksesan kita di kemudian hari.
Setiap detik, setiap menit, setiap jam, dan setiap harinya kita dihadapkan pada sejumlah pilihan-pilihan. Apakah itu pilihan yang bersifat personal, profesional, intelektual, finansial ataupun yang bersifat transendental alias spiritual. Bukankah hidup itu pilihan? Namun terkadang pilihan tersebut sangat sulit untuk kita buat dengan dalih ketiadaan waktu, kesibukan, ataupun alasan-alasan lain yang sebenarnya kurang rasional dan terkesan terlalu di dramatisir dan dibuat-buat.
Padahal sebenarnya pilihan tersebut dapat cepat terlaksana ketika kita bisa memutuskan! Ingat rumusan bahwa dengan membuat keputusan anda sudah 50% sukses! Dengan melaksanakan dan menindaklanjuti keputusan maka anda sudah 99,99% sukses! Karena kata orang tidak ada yang 100% di dunia ini. Memang kerap tidak mudah untuk membuat sebuah keputusan atau pilihan meski sebagian orang bertutur bahwa tidak membuat pilihan juga merupakan sebuah pilihan.
Rasa keengganan untuk berbuat dan bertindak padahal kita sudah sangat ingin untuk bertindak dan berbuat disebabkan karena 3 faktor utama tadi yaitu kemalasan, keraguan dan penunda-nundaan. Penyakit, parasit, virus dan racun bagi kesuksesan kita itu adalah satu paket. Paket yang akan menghempaskan kita ke jurang kegagalan. Ada sebuah pepatah bijak yang sangat menarik. “Jangan hanya sekedar ingin tapi bertindaklah, jangan hanya sekedar tahu tapi terapkanlah.” ini sepenuhnya benar.
Orang-orang yang sukses sejatinya adalah orang-orang yang telah mensukseskan dirinya sendiri dan orang lain. Karena mereka telah menguasai, memimpin, mengendalikan, mengalahkan dan menaklukan dirinya sendiri. Menaklukan dirinya dari segala hal yang dapat menghambat kesuksesan mereka terutama dari virus, racun, penyakit serta parasit yni. Bukankah ada pepatah bijak yang mengatakan bahwa “orang yang besar bukanlah orang yang bisa mengalahkan orang lain, tetapi orang besar adalah orang yang bisa mengalahkan dirinya sendiri.” Tidak mudah memang.
Tetapi bukan berarti tidak mungkin bukan? “Nothing is impossible coz anything is possible. Since it’s only a matter of thinking and a state of mind!” Tidak ada yang tidak mungkin. Segalanya mungkin. Itu hanyalah bagaimana kita melihatnya. Maka sungguh indah apa yang di bahasakan oleh Napoleon Hill, Bapak Berpikir Positif bahwa “What your mind Conceive and you Believe, you could Achieve” apa yang kita pikirkan dan rasakan kita yakini, kita bisa mencapainya.
Ada pendapat? saya tunggu komentar anda….
0.000000
0.000000